Home » Bunda » Anak Bermasalah? Bisa Kok Menasihatinya Tanpa Ngegas
Bunda dan Anak

Anak Bermasalah? Bisa Kok Menasihatinya Tanpa Ngegas

Hai parents, sebagai orangtua tentunya akan selalu berusaha agar anak-anak menjadi pribadi yang baik, yang tahu dan memahami norma-norma dalam kehidupan. Norma-norma dalam rumah maupun di masyarakat. Untuk itu, tidak jarang orangtua, terutama bunda yang sering memberikan nasihat ketika sang anak melakukan kesalahan.

Nasihat bisa berupa ajakan, anjuran, atau petunjuk kepada anak. Semua itu tujuannya agar anak tidak melakukan kesalahan yang sama pada kemudian hari. Selama hidup, akan ada momen di mana orangtua memberikan nasihat pada anak. Apakah saat anak melakukan kesalahan atau saat sedang kondisi santai bersama anak. Tapi perlu ingat, tentunya nasihat yang tidak berlebihan dan sesuai dengan kebutuhannya.

Selama hidup, akan ada momen di mana orangtua memberikan nasihat pada anak. Tentunya nasihat yang tidak berlebihan dan sesuai dengan kebutuhannya.

Parentspedia.com

Memberikan nasihat tanpa ngegas pada anak

Anak
Sumber : Freepik

Pada saat memberikan nasihat, sebaiknya bunda tahu bagaimana cara agar sang anak dapat menerima nasihatnya dengan penuh rasa kesadaran. Jika kita tidak tahu cara yang tepat menyampaikannya, maka alih-alih memberikan nasihat, sang anak justru akan merasa bunda adili dan marahi. Hal itu tentu membuat mereka akan sulit menerima nasihat yang orangtua sampaikan.

Tantangan bunda adalah menghadapi anak yang keras kepala dan sangat sulit untuk mendengarkan nasehat. Apalagi jika anak cenderung memberontak dan memberikan perlawanan, bahkan sampai berkata kasar. Kalau begini kondisinya, rasanya berat untuk tetap sabar ya. Lantas, harus bagaimana ya?

Cari Tahu Juga :  Keharmonisan Rumah Tangga Meningkat Saat Ramadhan, Kenapa Ya?

Parents, menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak melalui pesan-pesan nasihat, sebenarnya susah-susah gampang. Berikut 5 langkah agar bisa menasihati anak tanpa harus ngegas.

1. Posisikan diri bunda sebagai anak

Bunda
Sumber : Freepik

Saat masa kecil dahulu sebagai anak, bunda ingin diperlakukan seperti apa oleh orangtua? Apakah orangtua yang marah akan membuat kita senang dan menuruti setiap perkataannya? Nah, mungkin seperti itu juga yang anak-anak alami. Mereka memiliki pandangannya sendiri seiring berkembangnya emosi pada dirinya.

Dalam suatu contoh, misalkan ketika anak tidak mau mandi sore, coba bunda tanyakan padanya ada apa? kenapa tidak mau? takut airnya dingin? atau masih mau main? setelah tahu alasannya barulah pertimbangkan pendapatnya dan cari solusinya bersama anak. Dengan demikian anak mengikuti arahan bunda dengan penuh kesadarannya.

2. Dengarkanlah pendapat anak jika kita ingin didengar anak

Mendengar Anak
Sumber : Freepik

Setiap anak memiliki emosi dan pemikirannya sendiri, sama seperti orang dewasa. Untuk itu berusaha untuk mendengarkan alasan atau pendapat mereka. Lalu berikan pengertian tanpa memperlihatkan ekspresi wajah yang marah dan memaksa. Walaupun biasanya bunda kadang spontan langsung marah atau bicara dengan nada tinggi tanpa mau tahu alasannya, cobalah sekarang untuk lebih menahan diri dan jadilah pendengar sejenak.

Bagaimana jika mereka terus memberontak dan berkata kasar?

Hal ini biasanya suka terjadi pada anak yang lebih besar atau yang sudah mulai beranjak remaja menuju dewasa. Ingat, anak-anak tidak akan tiba-tiba menjadi seperti itu tanpa sebab. Dan anak-anak butuh proses untuk menjadi pribadi yang baik. Untuk itu mulai dari diri sendiri, jadilah pendengar yang baik bagi anak agar anak merasakan perhatian mendalam yang bunda berikan padanya setiap hari.

Cari Tahu Juga :  Belajar Parenting Dianggap Cuma Teori Doang, Kenapa Ya?

3. Beri teladan karena anak adalah peniru yang handal.

Anak Berbagi
Sumber : Freepik

Bunda, lingkungan keluarga dan temannya merupakan tempat yang berpengaruh besar terhadap pembentukan pemikiran dan perilakunya. Perilaku-perilaku negatif anak saat ini bisa jadi karena kelalaian dalam memberikan contoh perilaku yang baik pada mereka. Baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sikap kasar, keras kepala, dan lain sebagainya mungkin sering orangtua tunjukkan pada anak di rumah. Belum lagi lingkungan pergaulan sang anak. Untuk itu, coba sekarang mari koreksi diri apakah selama interaksi dengan anak, bunda beserta ayah pernah menunjukkan sikap negatif yang sama dengan yang anak tunjukkan saat ini.

Sebagai contoh, misalnya bersuara keras saat meluapkan emosi dan perilaku negatif lainnya, atau di lingkungannya seperti oleh paman, bibi atau bahkan kakek-neneknya. Jika anak pernah melihat ayahnya atau bundanya pernah menyuruh dengan nada tinggi ataupun membentak, maka jangan heran jika nantinya anak juga akan melakukan hal yang sama kepada saudara atau bahkan orang di sekitarnya.

Ketika perilaku itu pernah bunda beserta ayah pernah lakukan, baik secara sadar maupun tidak. Sekarang cobalah untuk meminta maaflah pada anak dan jelaskan bahwa perilaku itu salah, lalu konsistenlah untuk memberikan teladan perilaku yang positif di manapun dan kapanpun.

4. Menasihati anak melalui kisah-kisah inspiratif

Kisah Anak
Sumber : Freepik

Banyak cara-cara yang menyenangkan dalam memberikan nilai-nilai kebaikan pada anak. Setelah berusaha menjadi teladan yang baik bagi anak, salah satu cara menyenangkan adalah melalui kisah. Kisah-kisah inspiratif bisa langsung menyentuh hati anak, terutama pada kondisi santai dan komunikasi yang efektif dengan anak.

Cari Tahu Juga :  5 Pesan Penting Dari Film Miracle in Cell No. 7 Untuk Keluarga

Nasihat dalam bentuk kisah-kisah inspiratif bisa bunda sampaikan pada anak misalnya dengan membacakan buku atau dongeng yang mendidik. Lalu pada anak usia remaja, bisa bunda sampaikan kisah-kisah inspiratif yang pernah bunda alami atau dari kejadian-kejadian lingkungan sekitar yang bisa kita ambil hikmahnya.

5. Doakan agar menjadi anak yang shalih-shalihah

Doa
Sumber : Freepik

Bunda, orangtua memiliki ikatan yang istimewa dengan anaknya. Sebuah ikatan perasaan yang hanya dimiliki antara keduanya. Sebagai orangtua, bunda tentunya senantiasa berharap kelak anaknya menjadi pribadi shalih dan shalihah. Setelah berusaha secara maksimal mulai dari poin satu sampai ke empat. Upaya terakhir adalah selalu mendoakannya dengan tulus setiap saat.

Itulah kurang lebih 5 langkah yang bisa bunda beserta ayah lakukan dalam usaha memberikan nilai-nilai kebaikan melalui pesan-pesan nasihat pada anak tanpa harus ngegas dan emosi yang berlebihan. Karena anak merupakan asset berharga yang harus terus kita jaga fisik dan perasaanya.

What’s your Reaction?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

Tim Admin

Tim Admin Parentspedia

More Reading

Post navigation

3 Comments

  • artikel dan website yang keren.. anak-anak pemberontak dan keras kepala sepertinya sedang mewabah.. namun hal itu sudah disampaikan Rasulullah jauh sebelum zaman ini tiba. Bahwa di akhir zaman, anak-anak akan banyak yang membangkang pada orang tuanya. Dan artikel ini seperti oase yang memberi solusi.. good job min, lanjutkan!

  • Bagi saya, yang paling efektif no.3, yakni memberi teladan. Namun terkadang ini sangat sulit untuk dilakukan. Kita seringnya hanya menasehati saja tapi lupa untuk memberikan contoh yang baik bagi anak-anak. Dan penutupnya adalah doa, karena tidak ada yang mampu mengubah takdir kecuali doa. Nice posting mas…

  • Wah bermanfaat banget kak postingannya saya mengalami bingung cara menasehati anak apalagi anak udah masuk usia ABG, nanti saya coba praktekkan kak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *