Home » Kehamilan » Cegah Penularan HIV Pada Bayi Dari Ibu Hamil Dengan Cara Ini
Ibu hamil

Cegah Penularan HIV Pada Bayi Dari Ibu Hamil Dengan Cara Ini

Hai Parents, masyarakat Indonesia kembali heboh akibat meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS yang terjadi di Kabupaten Bandung. Mengutip data Dinkes Kabupaten Bandung, pada tahun 2022 sebanyak 233 orang positif HIV/AIDS. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) paling banyak adalah para pelaku seks menyimpang yakni homoseksual. Namun ada juga dari ibu hamil, penderita TBC.

Meski begitu, perilaku seks bebas tanpa menggunakan kondom juga menjadi salah satu perilaku yang menyumbang jumlah kasus yang cukup besar. Sayangnya, seks bebas inilah yang tak jarang juga terlanjur membuat wanita hamil dengan atau tanpa status menikah.

Persentase penularan Ibu hamil positif HIV kepada bayi

HIV pada bayi
Sumber : Freepik

Kasus positif HIV/AIDS pada wanita hamil ini besar kemungkinan dapat menular kepada bayi yang ada dalam kandungan. Mengutip dari Alodokter, risiko penularan HIV/AIDS dari ibu hamil yang positif kemungkinannya sekitar 5-25%. Penularan dapat terjadi sejak masa awal kehamilan, persalinan, hingga menyusui.

Walaupun adanya risiko penularan dari ibu hamil positif HIV/AIDS kepada bayi, penularan tersebut dapat dicegah. Asalkan langkah pencegahan penularan tersebut berjalan dengan benar sampai tuntas sesuai dengan petunjuk dokter.

Langkah pencegahan bisa menekan hingga 1% risiko penularan. Dengan demikian para ahli kesehatan menyarankan dengan tegas agar pengobatan HIV/AIDS pada ibu hamil harus terus rutin berjalan. Bahkan hal ini dapat berlangsung seumur hidup.

Langkah pencegahan bisa menekan hingga 1% risiko penularan

parentspedia.com

Pada tahun 2019, sebanyak 85% wanita hamil dan remaja perempuan dapat melakukan terapi antiretroviral (ART). Terapi itu untuk mencegah penularan dari ibu ke anak (MTCT). Namun, belakangan ada informasi bahwa meskipun terapi ini rutin pasien lakukan, tidak menjamin dapat mencegah penularan dari ibu hamil positif HIV kepada sang buah hati.

Cari Tahu Juga :  Dampak Kekurangan Air Pada Tubuh Anak, Orangtua Harus Tahu!

Perlu kita ketahui bahwa bayi dan anak-anak yang tertular virus HIV dari ibunya lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan. Antara lain seperti sistem imunitas tubuh yang lemah, infeksi, kekurangan gizi, hingga gangguan tumbuh kembang.

Mengingat hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan si kecil kelak, maka penting bagi ibu hamil yang positif HIV untuk mengambil langkah pencegahan. Salah satu langkah pencegahan ini tak lain dengan mengkonsumsi obat-obatan secara rutin. Sejak sebelum hamil, selama hamil, hingga menjelang persalinan.

Langkah mencegah penularan Ibu hamil positif HIV kepada bayi

HIV ibu hamil
Sumber : Freepik

Apabila ibu hamil yang positif HIV dapat melakukan pengobatan dengan benar, bukan tidak mungkin hal ini dapat mencegah risiko penularannya ke bayi. Ibu perlu melakukan langkah pencegahan sesegera mungkin begitu tahu positif hamil. Tidak perlu khawatir, mengutip situs HIV.Gov kebanyakan terapi pengobatan HIV sangat aman bagi bayi dalam kandungan.

Bahkan, secara keseluruhan obat-obatan yang ibu hamil positif HIV konsumsi secara rutin tidak akan menyebabkan kecacatan pada bayi saat lahir. Adapun beberapa langkah yang dapat ibu hamil lakukan untuk mencegah penularan kepada bayinya adalah sebagai berikut:

  1. Segera berkonsultasi ke dokter secepatnya setelah tahu positif hamil.
  2. Dokter akan menyarankan kemungkinan metode persalinan yang bisa dilakukan. Tapi, untuk mencegah penularan pada bayi, kebanyakan dokter menyarankan untuk melakukan persalinan dengan operasi caesar.
  3. Menjalani terapi kombinasi antiretroviral atau highly active antiretroviral therapy (HAART) selama hamil
  4. Sebaiknya ibu hamil dengan positif HIV nantinya disarankan untuk tidak memberikan ASI ke bayinya. Hal ini karena ASI dari ibu dengan positif HIV juga berisiko dapat menularkan virus tersebut ke bayi, meskipun persentasenya kecil.
Cari Tahu Juga :  Parents, Efek Gas Air Mata Lebih Berbahaya Pada Anak-Anak

Bila ibu dengan positif HIV telah mendapat pengobatan secara teratur hingga virus HIV tidak terdeteksi lagi di dalam darah melalui pemeriksaan viral load, proses melahirkan secara normal dapat kembali mendapat pertimbangan.

Namun, biasanya dokter tetap akan merekomendasikan operasi caesar untuk meminimalkan risiko penularan HIV, terutama bila sebelumnya sang ibu tidak menjalani terapi kombinasi dan masih ada virus yang terdeteksi di dalam darah.

Meski sudah melahirkan, pengobatan harus tetap berjalan

Pencegahan HIV
Sumber : Freepik

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, obat-obatan untuk penderita HIV sangat aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Begitupun setelah melahirkan, yakni fase menyusui sang buah hati. Keamanan obat-obatan ini sangat bermanfaat untuk membantu orang dengan HIV/AIDS.

Setelah melahirkan, pengobatan pencegahan HIV harus terus berjalan dengan petunjuk dokter untuk mengurangi risiko penularan HIV pasca kelahiran

parentspedia.com

Sebab, mereka dapat bertahan hidup lebih lama, hidup lebih sehat dan mengurangi risiko penularan HIV ke pasangannya. Ibu hamil dengan HIV juga nantinya boleh mengganti jenis obat terapi HIV setelah melahirkan.

Tentunya harus sesuai dengan petunjuk dokter terlebih dahulu. Nah, kemudian sang buah hati nantinya setelah lahir akan mendapatkan obat HIV untuk mengurangi risiko penularan HIV pasca kelahiran. Dokter akan menentukan obat HIV apa yang tepat bagi bayi dan berapa lama kira-kira bayi harus mengonsumsi obat tersebut.

Cari Tahu Juga :  Menu Sehat yang Bisa Tingkatkan Kesuburan saat Program Hamil

Tapi sekali lagi, jangan khawatir, semua obat-obatan ini sangat aman untuk si kecil konsumsi dan tidak akan menimbulkan suatu penyakit tertentu yang dapat mengganggu kesehatannya. Mencegah penularan ibu hamil yang positif HIV kepada bayi menjadi sangat penting untuk dilakukan. Supaya si kecil bisa hidup sehat layaknya anak normal lainnya.

What’s your Reaction?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

Tim Admin

Tim Admin Parentspedia

More Reading

Post navigation

1 Comment

  • Segala cara dan upaya berdasarkan penelitian dari segi medis sudah dilakukan untuk meminimalisir resiko tertularnya virus HIV dari Ibu ke anak. Semoga semuanya bisa sehat dan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *