Home » Kehamilan » 4 Tanda Berbahaya Pada Kehamilan, Parents Wajib Tahu!
Tanda-tanda kehamilan berbahaya

4 Tanda Berbahaya Pada Kehamilan, Parents Wajib Tahu!

Hai Parents, ada banyak gejala kehamilan yang bisa ibu rasakan. Mulai dari mual, muntah, pusing, hingga tubuh yang lebih cepat lelah dari sebelumnya. Meski menimbulkan rasa tidak nyaman, semua gejala tersebut umumnya normal saat hamil sehingga tidak perlu ibu khawatirkan.

Meski begitu, menjaga kesehatan saat hamil untuk ibu dan bayi sangatlah penting agar proses persalinan dapat berjalan lancar dan ibu serta bayi sehat. Namun ada juga tanda bahaya kehamilan yang perlu kita waspadai jika kemunculannya berlebihan dan menyebabkan rasa tidak nyaman yang serius. Seperti apa?

Tanda-tanda berbahaya yang terjadi pada masa kehamilan

Ada empat kondisi di mana menjadi tanda kehamilan yang masuk kategori berbahaya dan perlu mendapatkan pemeriksaan medis. Sehingga perlu kita waspadai. Tanda-tanda berbahaya selama masa kehamilan antara lain:

1. Muntah ekstrem

Ibu hamil muntah parah
Sumber : Freepik

Mual dan muntah di pagi hari atau morning sickness adalah gejala kehamilan yang mengganggu tapi normal. Namun, jika frekuensi dan kuantitas muntah begitu banyak hingga ibu hamil tidak bisa menahan cairan di dalam tubuh yang menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil, sebaiknya segera untuk menemui dokter.

Mengutip dari Parents.com, dokter kandungan di New York City, Isabel Blumberg, MD menjelaskan muntah ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi parah, gangguan elektrolit dan penurunan berat badan. Kondisi ini tidak baik untuk ibu hamil maupun janin. Dan Ini bisa menjadi tanda kemungkinan terjadinya hyperemesis gravidarum.

Hyperemesis gravidarum adalah kondisi mual parah pada ibu hamil di pagi hari dan bisa berlangsung selama kehamilan. Jika sudah demikian harus segera mendapat penanganan dokter. Pengobatan untuk menghentikan mual dan muntah, mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat muntah berlebihan, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan mengembalikan nafsu makan.

Cari Tahu Juga :  Dampak Kekurangan Air Pada Tubuh Anak, Orangtua Harus Tahu!

2. Pendarahan vagina

Ibu hamil pendarahan vagina
Sumber : Freepik

Pendarahan vagina terutama terjadi pada trimester pertama kehamilan merupakan hal yang normal. Faktanya, sekitar 25 persen ibu hamil mengalami bercak atau pendarahan yang lebih berat dalam 13 minggu pertama kehamilan, tetapi memiliki bayi dengan kondisi sehat.

Namun, jika volume darah yang keluar cukup banyak beserta dengan adanya gumpalan jaringan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa ibu hamil mengalami keguguran, kehamilan ektopik, atau hamil anggur.

Dokter spesialis kandungan di University of Minnesota, Daniel Landers, MD, menjelaskan bahwa perlu waspada dengan pendarahan berat pada trimester pertama beserta terjadinya kram, karena itu bisa menjadi tanda keguguran, ya Parents.

Kendati demikian, pendarahan vagina biasanya lebih mengkhawatirkan jika terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Ini mungkin terjadi ketika sumbatan lendir yang menutupi serviks terbuka di awal persalinan. Kondisi ini bisa berarti ibu hamil mengalami robekan pada plasenta atau masalah lain yang perlu diagnosis melalui USG.

3. Sakit kepala parah, bengkak-bengkak dan gangguan penglihatan

Ibu hamil sakit kepala parah
Sumber : Freepik

Sakit kepala yang sesekali ibu rasakan saat hamil umumnya bukan masalah besar. Namun, sakit kepala yang parah dan terus-menerus, disertai pusing, penglihatan kabur, bengkak-bengkak bahkan hingga pingsan adalah kondisi yang perlu kita khawatirkan.

Sakit kepala parah pada trimester kedua dan ketiga kehamilan bisa menjadi salah satu tanda preeklamsia. Preeklamsia adalah kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine selama kehamilan. Preeklamsia mengurangi aliran darah ke bayi di dalam kandungan sehingga akan memengaruhi suplai oksigen.

Cari Tahu Juga :  Parents, Efek Gas Air Mata Lebih Berbahaya Pada Anak-Anak

Bila tidak segera mendapat penanganan medis, preeklamsia bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi ibu dan janin. Pemeriksaan dan penanganan perlu segera dilakukan untuk mencegah komplikasi dan agar tidak berkembang menjadi eklamsia.

4. Demam tinggi pada masa kehamilan

Ibu hamil demam tinggi
Sumber : Freepik

Demam merupakan masalah kesehatan yang umum pernah terjadi pada semua orang. Tapi bagi ibu hamil, demam menimbulkan risiko tambahan pada bayi di dalam kandungan. Sebab, pertumbuhan bayi bergantung pada tubuh ibu yang perlu mempertahankan suhu stabil setiap harinya.

Peningkatan suhu yang menyebabkan ibu hamil demam hingga menggigil dapat menyebabkan masalah pada sistem kekebalan tubuh yang risiko terburuknya adalah keguguran. Selain itu, demam yang ibu hamil alami juga bisa menjadi tanda infeksi atau masalah kesehatan.

Maka dari itu, apapun penyebabnya, demam yang ibu hamil alami adalah kondisi yang perlu segera diperiksakan dan diobati oleh dokter. Jika tidak diobati, demam ini bisa berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Nah Parents, itulah empat tanda berbahaya pada kehamilan. kehamilan bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Untuk itu penting bagi kita menjaga kesehatan ibu hamil sampai tiba proses persalinan.

Upaya-upaya dengan menjalani pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kehamilan dapat menghindarkan ibu dan bayi dari penyakit-penyakit berbahaya yang dapat membahayakan jiwa. Jika mengalami salah satu tanda bahaya pada kehamilan di atas, segeralah untuk memeriksakannya ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Cari Tahu Juga :  Waspada Parents, Wabah DBD Pada Anak Saat Peralihan Musim
What’s your Reaction?
+1
+1
+1
+1
+1
1
+1
+1

Tim Admin

Tim Admin Parentspedia

More Reading

Post navigation

2 Comments

  • Ibu hamil dan calon ibu wajib tahu ini, nih, menjaga kehamilan memang sebuah keharusan agar ibu dan bayinya sehat.

  • Selain ibu, sang suami juga wajib tahu masalah ini dan masalah berkaitan dengan kehamilan lainnya. Karena tanpa suport dari suami khususnya suport mental, sang ibu atau calon ibu akan mudah down di waktu kehamilannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *